MEDAN: ARENA PAMUNGKAS PERSIKU DI KASTA TERATAS

Andre Kurniawan



Jenangbledeg - Bagi persiku, Medan bukan hanya sekedar kawasan. Namun juga kenangan tentang pahitnya menerima kenyataan.

Medan, 10 Juli 1995. Malam itu Stadion Teladan Medan dipenuhi ribuan pecinta PSMS Yang sudah tidak sabar melihat pujaan mereka, Iwan Karo Karo cs Yang sudah siap melawan sang tamu, Bambang Harsoyo cs. 

Malam itu juga menjadi pekan penutup bagi PSMS Medan dan juga Persiku Kudus dalam mengakhiri musim mereka Liga Indonesia 1994/1995. Pertandingan berlangsung ketat. Persiku Kudus bermain lebih spartan dan mampu merepotkan tim Ayam kinantan. 

Namun, dewi fortuna malam itu tampak tidak berpihak ke Persiku Kudus. Kesialan tampak nyata hinggap di punggung sang Macan Muria. Di saat permainan berjalan ketat dan seimbang, hasil akhir ternyata harus ditentukan lewat kesialan yang tak disengaja. Gol bunuh diri Dari pemain Persiku, Mashudi membuat Persiku gagal memetik poin di teladan malam itu. 

Pasca melakukan gol bunuh diri, Mashudi tertunduk lesu di depan gawang Agus Setiawan. Beberapa saat setelah bola itu di pungut Bambang Harsoyo, baru dia mau bangkit kembali.

Penyesalan sangat amat terlihat dalam diri Mashudi. Pasca pertandingan dirinya mengaku sial karena bermain kurang tenang dalam menjaga daerahnya. "Ya mana Ada pemain Yang sengaja membobol gawangnya sendiri? Saya tak sengaja, benar-benar sial". Tutur Mashudi yang malang. 

Walaupun kalah di Medan, Persiku setidaknya pulang ke Kudus dengan kepala tegak. Hal itu karena Persiku berhasil mengakhiri musim 1994/1995 dengan finish di peringkat 12 Dari total 17 tim di grup barat. Sebuah hasil Yang sangat baik untuk tim yang baru promosi. 

Namun, disaat semua orang beranggapan bahwa medan menjadi tempat penutup Persiku dalam menjalani musim 1994/1995, ternyata takdir mengatakan hal yang lain. 

Publik Kudus harus menerima kenyataan bahwa ternyata Medan menjadi tempat penutup Persiku di kasta tertinggi liga untuk selamanya,  setidaknya sampai tulisan ini dibuat. Musim 1995/1996 Persiku menyatakan undur diri dari liga karena alasan finansial. Pasca laga di medan, persiku belum mampu comeback ke kasta tertinggi lagi seperti sedia kala. 

Sepenggal kisah tersebut mengajarkan kita, bahwa bermodalkan spartan saja tidak cukup. Spartan harus diimbangi dengan sedikit keberuntungan dan banyak pendanaan. 

Sekian. 



MEDAN: ARENA PAMUNGKAS PERSIKU DI KASTA TERATAS MEDAN: ARENA PAMUNGKAS PERSIKU DI KASTA TERATAS Reviewed by Jenang Bledeg on September 19, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.