Andre Kurniawan
Jenangbledeg - Santer terdengar bahwa Persiku
Kudus musim ini akan menjadi tim musafir. Hal itu tak lepas dari rencana
renovasi Stadion Wergu Wetan yang akan segera dilakukan. Seiring dengan itu, nama-nama
stadion di luar kota atau bahkan luar provinsi mulai muncul ke permukaan
sebagai kandidat kendang sementara. Sempat berhembus kencang kabar yang
menyebutkan bahwa Persiku Kudus akan pindah ke Cibinong, Kabupaten Bogor. Ada
juga kabar yang menyebutkan bahwa Persiku Kudus musim ini akan berkandang di
Stadion Sriwedari, Solo. Hal itu sontak
menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat pecinta sepak bola di Kudus.
Namun, pada akhirnya pihak manajemen mengonfirmasi bahwa musim ini Persiku
Kudus akan bertandang di Stadion Sultan Agung yang berada di Kabupaten Bantul.
Sebenarnya laga kendang rasa
tandang bukanlah sesuatu yang benar-benar baru bagi Persiku Kudus. Macan Muria
di masa silam pernah menjalani beberapa laga kandang rasa tandang. Misalnya, pada
Divisi Utama Liga Indonesia musim 1994/1995, Persiku Kudus pernah dijatuhi
hukuman menggelar laga kandang dengan radius 100 km dari Kudus. Hal itu akibat
kerusuhan penonton yang terjadi di Wergu Wetan saat laga Persiku Kudus menjamu
Pelita Jaya. Sempat mengajukan Stadion Gelora Batang, namun ternyata ditolak
oleh pihak PSSI. Persiku Kudus pada akhirnya memilih Stadion Lebak Bulus di
Jakarta Selatan saat laga home melawan Persib Bandung. Saat itu Persiku Kudus
harus kalah dari tamunya, Persib Bandung dengan skor tipis 0-1.
Musim 2004 Persiku Kudus juga
pernah menjalani laga kandang di luar Wergu Wetan. Pada kompetisi Divisi II A
2004, Persiku Kudus menjalani laga usiran melawan PSIR Rembang di Stadion UNDIP
yang berada di Kompleks Univesitas Diponegoro, Kota Semarang. Hal itu sebagai
konsekuensi atas kerusuhan yang terjadi saat Persiku Kudus menjamu PSIR Rembang
di Stadion Wergu Wetan. uniknya laga persiku vs PSIR saat itu dilanjutkan mulai
menit ke-63’.
Masih di musim 2004, juga Persiku
Kudus sempat mengalami laga usiran saat Persiku Kudus menjamu PSIW Wonosobo. Hal
itu merupakan hukuman yang harus dijalani pasca kerusuhan supporter saat menjamu
PSIR Rembang di laga sebelumnya. Stadion UNDIP masih menjadi pilihan alternatif
bagi Persiku Kudus saat menjalani laga usiran kala itu.
Melompat jauh ke musim 2018,
Persiku Kudus pernah menjalani laga kandang rasa tandang saat berpindah markas
ke Stadion Blora. Hal tersebut dikarenakan karena faktor keamanan di Kudus.
Saat itu di Kudus sedang akan menyelenggarakan Pilkada. Saat itu Persiku Kudus
berada di level Liga 3 Jawa Tengah.
Melompat lagi ke musim 2025/2026,
Persiku Kudus dalam beberapa laga terakhirnya di kompetisi Pegadaian
Championship 2025/2026 harus menjalani laga kandang rasa tandang. Hal tersebut
dikarenakan Stadion Wergu Wetan akan segera dikosongkan untuk direnovasi.
Merespon keadaan tersebut, pihak manajemen Persiku Kudus memilih stadion
Sriwedari di Surakarta dan Stadion Surajaya di Kabupaten Lamongan sebagai
kandang alternatif. Persiku Kudus menjalani laga di Sriwedari saat menjamu
Kendal Tornado FC dan Persela Lamongan. Sedangkan saat melawan Deltras
Sidoarjo, Persiku Kudus memilih bertandang di Stadion Surajaya, Lamongan.
Sejatinya laga kandang di Luar
tadion Wergu Wetan bukan menjadi situasi yang asing bagi Persiku Kudus dan
penggemarnya. Boleh pindah kandang, asal
sementara, jangan selamanya!