![]() |
| Sujud Penyesalan Foto: 911 Photography |
Jenangbledeg - Siapa sangka nasib persiku di kompetisi musim ini tragis seperti ini. Padahal awal musim, Persiku mengawali kompetisi dengan gagah perkasa dengan menghajar tim besar PSIS Semarang dikandang lawan dengan skor 0-4.
Namun sejauh ini hanya itu saja kemenangan yang berhasil diraih. Laga-laga selanjutnya Persiku tak ubahnya bak macan ompong. Kalah dan kalah lagi menjadi pemandangan biasa di papan skor. Bahkan ketika menghadapi tim lemah macam Persipal Palu di kandang sendiri, Persiku hanya mampu bermain imbang.
Banyak pemain terkena kartu merah menjadi penanda bahwa di tim ini masih banyak individu yang miskin dalam kematangan emosional. Diperparah pula dengan blunder-blunder fatal yang dilakukan oleh beberapa pemain. Kualitas yang jauh dari harapan membuat performa Persiku Kudus juga jauh dari harapan. Sungguh tak layak dipertahankan.
Hal-hal semacam ini tentu menjadi pertanyaan besar. Apa sebenarnya
indikator stakehorder tim dalam merekrut pemain-pemain ini? Kompeten kah orang-orang
yang di dalam tubuh tim dalam memantau dan menilai calon pemain rekrutan? Mengapa
kualitas rekrutan musim ini sangat buruk? Bahkan lebih buruk dari musim lalu.
Mungkin satu-satunya rekrutan musim ini yang pantas mendapat tepuk tangan hanyalah Igor Costa. Striker subur yang terus terusan mencetak gol. Namun, percuma Igor terus menerus mencetak gol apabila lini tengah dan belakang juga terus menerus angin-anginan.
Lekas sembuh Macan Muria dan lekas undur diri
orang-orang tidak kompeten!
Reviewed by Jenang Bledeg
on
November 08, 2025
Rating:
