Andre Kurniawan
Jenangbledeg – Stadion Wergu Wetan menjadi neraka bagi tim PSIS Semarang. Tuan
rumah Persiku Kudus sukses memutus tren negatif mereka usai melumat tamunya,
PSIS Semarang, dengan skor telak 3-0
dalam lanjutan pekan ke-10 Pegadaian Championship 2025/2026, Selasa (11/11/2025).
Kemenangan ini menjadi
panggung pembuktian bagi penyerang asing andalan Macan Muria, Igor Henrique Costa, yang memborong
ketiga gol (hattrick) dan sekali lagi menjadi mimpi buruk bagi pertahanan
Laskar Mahesa Jenar.
Bermain di hadapan
pendukung fanatiknya, Persiku Kudus langsung mengambil inisiatif serangan sejak
peluit kick-off dibunyikan. Persiku tidak membiarkan PSIS Semarang
mengembangkan permainan.
Keran gol tuan rumah
terbuka cepat pada menit ke-17. Berawal dari pelanggaran di area pertahanan
PSIS, Igor Henrique melepaskan
tendangan bebas akurat yang gagal diantisipasi oleh kiper muda PSIS, Raka Octa.
Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski PSIS sempat sesekali mengancam
lewat skema serangan balik yang dimotori Dani Ibrahim.
Memasuki babak kedua,
PSIS Semarang mencoba keluar dari tekanan untuk menyamakan kedudukan. Namun,
alih-alih mencetak gol, gawang mereka justru kembali bobol.
Pada menit ke-64, Igor
Henrique kembali mencatatkan namanya di papan skor, lagi-lagi melalui eksekusi
bola mati yang brilian. Skor berubah menjadi 2-0.
Pertandingan sempat
memanas di menit ke-72 ketika wasit mengeluarkan kartu merah untuk pemain PSIS,
Ayzah Madilesa, akibat pelanggaran keras. Namun, setelah meninjau Video
Assistant Referee (VAR), keputusan tersebut dianulir dan diubah menjadi
kartu kuning. Meski lolos dari hukuman bermain dengan 10 orang, mentalitas
Laskar Mahesa Jenar tampak sudah runtuh.
Pesta kemenangan Persiku
ditutup pada masa injury time (90+4'). Igor Henrique melengkapi hattrick-nya
malam itu lewat penyelesaian klinis di depan gawang, memastikan kemenangan
mutlak 3-0.
Hasil ini mempertegas
dominasi Persiku atas PSIS musim ini. Sebelumnya, pada pertemuan putaran
pertama di Stadion Jatidiri (14/9), Persiku juga menang telak 4-0. Tambahan
tiga poin mendongkrak posisi Macan Muria ke papan tengah (peringkat 8), membuka
asa untuk memperbaiki posisi di sisa musim. Kekalahan ini semakin membenamkan
PSIS di dasar klasemen (peringkat 10) dengan perolehan poin yang sangat minim,
membuat sinyal bahaya degradasi kian menyala.